Waspada, Ancaman Kanker Kulit Meningkat.
Jakarta, 15 Oktober 2008
Soehartati (ketua Asosiasi Onkologi Radiasi Indonesia), WHO dan Union Internationale Contre le Cancer (UICC) memprediksi bahwa pada tahun 2030, kejadian kanker akan meningkat dari 11 juta orang menjadi 27 juta orang dan demikian juga tingkat kematian dari 7 orang menjadi 17 juta orang. Demikian dilansir oleh harian Kompas, selasa, 14 Oktober lalu. ”Meski tidak ditunjang data akurat, potensi penyakit kanker yang mematikan di Indonesia pada 2030 nanti berpeluang tumbuh lima kali lipat dari jumlah sekarang. Saat ini diperkirakan satu orang di antara 1.000 orang mengidap kanker sehingga pada 2030 nanti bisa terdapat lima di antara 1.000 orang” ungkap Soehartati. Pada faktanya memang bahan-bahan kimia untuk pengawet, pewarna dan penambah cita rasa pada makanan yang makin banyak digunakan adalah pemicu meningkatnya kanker. ”Dan pencegahannya harus dengan cara mengurangi penggunaan bahan-bahan karsinogenik tersebut” Ujar Soehartati. Dia menambahkan bahwa gaya hidup merokok, minum alkohol serta konsumsi buah dan sayur yang mengandung pestisida turut menyebabkan kanker.
Kepala Batan Hudi Hastowo mengatakan pentingnya audit sistem radioterapi atau terapi radiasi dalam penanganan kanker. Di mana, menurutnya, audit bukan hanya pada peralatan radioterapi, tetapi juga pada aspek sumber daya yang meliputi dokter onkologi radiasi, ahli fisika medik, radioterapi, radioterapis, infrastruktur dan pelayanan radiasi. Dan Soehartati menambahkan, saat ini di Indonesia ada 20 pusat radioterapi.
Prediksi peningkatan pengidap kanker ini tentu sangat mengejutkan. Betapa memang bukan hal mudah untuk mewujudkan kualitas hidup yang baik di tengah perubahan gaya dan pola hidup masyarakat. Namun, bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati? Dokter Ristra mengatakan bahwa langkah peningkatan sumber daya baik peralatan radioterapi dan praktisi terlibat, hendaknya dibarengi dengan langkah preventif. ”Ya, langkah preventif jauh lebih penting, dengan cara meningkatkan awareness terhadap penyebab kemungkinan meningkatnya potensi kanker” tukas Dokter Ristra. Menurutnya, peningkatan potensi kanker juga akan berpotensi meningkatkan jumlah pengidap kanker kulit. Lebih lanjut Dokter Ristra memaparkan beberapa penyebab di antaranya, penggunaan kosmetika yang tercemar oleh radikal bebas yang bisa berasal dari pewarna, pemutih pada kosmetika dll. Selain itu, ditambah pula, faktor intensitas matahari yang juga sangat berpotensi menghasilkan radikal bebas, serta tindakan-tindakan kecantikan yang justru meningkatkan sensitivitas terhadap UV, seperti pengelupasan, pemutihan secara instan, dll.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan secara holistic dengan beberapa cara, antara lain :
1. perbaikan gaya hidup
2. perbaikan kualitas dan pemilihan konsumsi makanan
3. cerdas memilih kosmetika dan perawatan kulit yang aman
4. kunjungi klinik anti aging yang dilengkapi oleh fasilitas teruji dan tenaga ahli
sumber:
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/14/00585276/potensi.kanker
|
 |
 |
 |
|